Social Icons

Sabtu, 22 September 2018

MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA



MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA (Bagian 1)
Ditulis Oleh : Melisa Fazrin (STAIN-Bengkalis)
Perkataakn iqra’ dalam surah al-‘alaq bermakna bacalah. Perkataan Iqra’ merupakan satu seruan pencerahan intelektual yang telah terbukti dalam sejarah mampu mengubah peradaban manusia dari masa kegelapan moral intelektual kepada peradaban tinggi di bawah petunjuk Ilahi. Perintah membaca merupakan sesuatu yang berharga diberikan kepada umat manusia. Membaca merupakan asas pembentukan diri kearah mendapatkan ilmu pengetahuan. Budaya membaca memainkan peran penting dalam memajukan sebuah institusi dan negara. Melalui pembacaan, pemikiran atau minda seseorang akan berubah menjadi lebih kritis dan mempengaruhi ketamadunan sebuah institusi dan negara.
            Semasa nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira’, malaikat jibril a.s datang lalu berkata kepadanya: “Bacalah” lantas jawab Baginda, “Aku tidak tahu membaca” lalu jibril a.s memegang Baginda dan memeluknya dengan erat sehingga nabi berasa sukar bernafas. Kemudian jibril melepaskan Baginda lalu berkata “ Bacalah”, jawab Baginda lagi: “Aku tidak tahu membaca”. Jibril memegangnya lagi dan memeluknya hingga baginda sekali lagi sukar bernafas. Lalu jibril a.s membaca firman Allah SWT dari pada surah al-‘alaq yang bermaksud: “ Bacalah (wahai muhammad) Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekelian makhluk). Dia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; Bacalah, Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Namun sangat disayangkan, pada zaman modern sekarang ini , jarang kita temukan remaja yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi ke warnet untuk bermain social media, nongkrong bersama teman-teman, atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.
Membaca pada era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk perilaku seorang remaja. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Tetapi tanpa adanya minat, remaja tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia. Meskipun motivasinya sangat kuat, tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca (Tarigan, 1990).
Perihal minat berhubungan dengan kebiasaan. Minat dan kebiasaan  adalah dua pengertian yang berbeda tetapi berkaitan. Pengertian minat menurut Poerbakawatja dalam Sutini (2010) adalah ”kesedian jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar.” Minat dibedakan menjadi dua macam, yaitu minat spontan dan minat terpola. Minat spontan adalah minat yang tumbuh secara spontan dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh pihak luar. Minat terpola adalah minat yang timbul sebagai akibat adanya pengaruh dan kegiatan yang berencana atau terpola terutama kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah (Dawson dan Bamman dalam Sutini (2010)). Minat terpola dapat dipersamakan dengan faktor eksternal, yang secara konkrit merupakan akibat dari motivasi ekstrinsik. Dengan demikian minat dapat dihambat, dipengaruhi, bahkan bisa ditumbuhkembangkan.
A. Definisi Membaca
Secara etimologis Iqra’ diambil dari akar kata qara’a yang berarti “ menghimpun” sehingga tidak selalu harus diartikan  membaca sebuah teks yang tertulis dengan aksara tertentu.Selain bermakna menghimpun, kata qara’a juga memiliki sekumpulan makna seperti manyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca,baik secara tertulis maupun tidak.
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis oleh seseorang. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak orang mengatakan bahwa buku merupakan Gudang Ilmu. Mengapa demikian? Karena buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta.
Menurut Mr. Juel dalam buku Mr.sandjaja(2005), membaca merupakan sebuah proses untuk dapat mengenal kata2 dan memadukan menjadi arti kata dan menjadi kalimat dan struktur baca.
B. Membangun Peradaban Dengan Membaca
Konsep Islam mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk membaca dalam  kaitan pengembangan dan peradaban umat secara umumnya. Membaca adalah syarat utama guna membangun peradaban. Dan bila diakui bahwa semakin luas pembacaan semakin tinggi peradaban.
Perintah mmbaca merupakan perintah yang paling berharga bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban umat manusia. Karena membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
Sebagaimana janji Allah SWT
“ Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan beberapa derajat”. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama guna membangun peradaban
            Sejarah umat manusia secara umum dapat dibagi menjadi dalam dua periode utama.”sebelum penemuan tulis- baca dan periode sesudahnya sekitar lima ribu tahun yang lalu. Dengan ditemukannya tulisa- baca, peradaban manusia tidaklah merambah jalan dan merangkak- rangkak, tetapi mereka telah berhasil melahirkan tidak kurang dari 27 peradaban dari peradaban Amerika masa kini. Peradaban yang datang mempelajari yang lalu dari apa yang ditulis oleh generasi yang lalau dan dapat dibaca oleh generasi yang kemudian. Manusia tidak lagi memulai dari titik nol, berkat kemampuan tulis- baca itu. 

            Kejayaan peradaban romawi, peradaban Islam, Peradaban Eropa saat ini tentunya semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis. Beribu- ribu karya intelektual serta penemuan- penemuan yang original yang muncucl pada zamannya. Intelektual bukanlah komunitas manusia yang hanya bergelut dengan tulis menulis, tetapi lewat berbagai macam eksperimentasi sehingga melahirkan suatu teori baru, begitu seterusnya hingga kini.


Baca selengkapnya di >>> Meningkatkan Minat Baca Kalangan Remaja Lengkap (bagian 1)
Baca juga selengkapnya >> MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA