MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA (Bagian 1)
![]() |
| Ditulis Oleh : Melisa Fazrin (STAIN-Bengkalis) |
Semasa nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira’, malaikat
jibril a.s datang lalu berkata kepadanya: “Bacalah” lantas jawab Baginda, “Aku
tidak tahu membaca” lalu jibril a.s memegang Baginda dan memeluknya dengan erat
sehingga nabi berasa sukar bernafas. Kemudian jibril melepaskan Baginda lalu
berkata “ Bacalah”, jawab Baginda lagi: “Aku tidak tahu membaca”. Jibril
memegangnya lagi dan memeluknya hingga baginda sekali lagi sukar bernafas.
Lalu jibril a.s membaca firman Allah SWT dari pada surah al-‘alaq yang
bermaksud: “ Bacalah (wahai muhammad) Dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan (sekelian makhluk). Dia menciptakan manusia dari sebuku
darah beku; Bacalah, Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajar
manusia melalui pena dan tulisan, ia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya.
Namun sangat
disayangkan, pada zaman modern sekarang ini , jarang kita temukan remaja yang
gemar membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi
ke warnet untuk bermain social media, nongkrong bersama teman-teman,
atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi,
masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah
satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih
dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti
membaca atau belajar.
Membaca pada
era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk
perilaku seorang remaja. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan
memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Tetapi tanpa adanya minat, remaja
tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang
ada dalam diri setiap manusia. Meskipun motivasinya sangat kuat, tetapi jika
minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada
kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat
teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca
(Tarigan, 1990).
Perihal minat
berhubungan dengan kebiasaan. Minat dan kebiasaan adalah dua pengertian
yang berbeda tetapi berkaitan. Pengertian minat menurut Poerbakawatja dalam
Sutini (2010) adalah ”kesedian jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu
dari luar.” Minat dibedakan menjadi dua macam, yaitu minat spontan dan minat
terpola. Minat spontan adalah minat yang tumbuh secara spontan dari dalam diri
seseorang tanpa dipengaruhi oleh pihak luar. Minat terpola adalah minat yang
timbul sebagai akibat adanya pengaruh dan kegiatan yang berencana atau terpola
terutama kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah
(Dawson dan Bamman dalam Sutini (2010)). Minat terpola dapat dipersamakan
dengan faktor eksternal, yang secara konkrit merupakan akibat dari motivasi
ekstrinsik. Dengan demikian minat dapat dihambat, dipengaruhi, bahkan bisa
ditumbuhkembangkan.
A. Definisi Membaca
Secara etimologis Iqra’
diambil dari akar kata qara’a yang berarti “ menghimpun” sehingga tidak selalu
harus diartikan membaca sebuah teks yang
tertulis dengan aksara tertentu.Selain bermakna menghimpun, kata qara’a juga
memiliki sekumpulan makna seperti manyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui
ciri sesuatu dan membaca,baik secara tertulis maupun tidak.
Membaca adalah suatu
cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis oleh seseorang.
Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan,
walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak
orang mengatakan bahwa buku merupakan Gudang Ilmu. Mengapa demikian? Karena
buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi
yang ada dalam negeri, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta.
Menurut Mr. Juel dalam
buku Mr.sandjaja(2005), membaca merupakan sebuah proses untuk dapat mengenal
kata2 dan memadukan menjadi arti kata dan menjadi kalimat dan struktur baca.
B. Membangun Peradaban
Dengan Membaca
Konsep Islam mengajarkan
kepada seluruh umatnya untuk membaca dalam
kaitan pengembangan dan peradaban umat secara umumnya. Membaca adalah
syarat utama guna membangun peradaban. Dan bila diakui bahwa semakin luas
pembacaan semakin tinggi peradaban.
Perintah mmbaca merupakan
perintah yang paling berharga bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban umat
manusia. Karena membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat
kemanusiaan yang sempurna.
Sebagaimana janji Allah
SWT
“ Allah akan mengangkat
orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan beberapa
derajat”. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat
utama guna membangun peradaban
Sejarah umat manusia secara umum dapat dibagi menjadi
dalam dua periode utama.”sebelum penemuan tulis- baca dan periode sesudahnya
sekitar lima ribu tahun yang lalu. Dengan ditemukannya tulisa- baca, peradaban
manusia tidaklah merambah jalan dan merangkak- rangkak, tetapi mereka telah
berhasil melahirkan tidak kurang dari 27 peradaban dari peradaban Amerika masa
kini. Peradaban yang datang mempelajari yang lalu dari apa yang ditulis oleh
generasi yang lalau dan dapat dibaca oleh generasi yang kemudian. Manusia tidak
lagi memulai dari titik nol, berkat kemampuan tulis- baca itu.
Kejayaan peradaban romawi, peradaban Islam, Peradaban Eropa saat ini tentunya semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis. Beribu- ribu karya intelektual serta penemuan- penemuan yang original yang muncucl pada zamannya. Intelektual bukanlah komunitas manusia yang hanya bergelut dengan tulis menulis, tetapi lewat berbagai macam eksperimentasi sehingga melahirkan suatu teori baru, begitu seterusnya hingga kini.
Kejayaan peradaban romawi, peradaban Islam, Peradaban Eropa saat ini tentunya semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis. Beribu- ribu karya intelektual serta penemuan- penemuan yang original yang muncucl pada zamannya. Intelektual bukanlah komunitas manusia yang hanya bergelut dengan tulis menulis, tetapi lewat berbagai macam eksperimentasi sehingga melahirkan suatu teori baru, begitu seterusnya hingga kini.
Baca selengkapnya di >>> Meningkatkan Minat Baca Kalangan Remaja Lengkap (bagian 1)
Baca juga selengkapnya >> MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA

